Konsultasi Amdal PT. ASA dengan Warga Lingkar Tambang

 

BOLTIM - Sabtu (9/12), Perusahan tambang emas PT. Arafura Surya Alam (ASA) kembali menggelar konsultasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)

ke masyarakat lingkar tambang Desa Kotabunan Bersatu, Desa Bulawan Bersatu Kec. Kotabunan Kab. Boltim, yang berlangsung di Balai Desa Bulawan Dua.

General Manajer (GM) PT ASA, Budi Santoso mengatakan konsultasi Amdal ke publik ini merupakan rangkaian proses kegiatan pertambangan emas PT. ASA pada tahap selanjutnya sampai proses produksi nanti. Sehingga sebelum perusahan melangkah, maka perlu dilakukan konsultasi dulu mengenai Amdal. "Ini merupakan salah satu prosedur yang wajib dilaksanakan oleh perusahaan yang wajib Amdal".

Dia juga berharap, jika nanti pihak perusahan melakukan kesalahan dalam pengolahan Amdal, maka Pemerintah Daerah yakni Pemkab. Boltim harus menegur perusahan. "Jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan Amdal Pemerintah berhak menegur kami".

Sementara, Bupati Boltim Sehan Landjar, SH selaku Pemerintah Daerah menegaskan, kehadiran PT. ASA di tengah-tengah masyarakat Kotabunan Bersatu dan Bulawan Bersatu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat di seputaran lingkar tambang. Selaku Bupati kata dia, sangat mendukung kehadiran perusahan tambang emas diwilayah Kotabunan. Hanya saja, pihak perusahan tentu harus taat aturan.

"Yang ambil perusahan bukan "konga" atau kulit padi, tetapi emas sehingga saya minta perusahan wajib mensejahterakan masyarakat lingkar tambang yang ada".

Begitu pula ketika perusahan sudah masuk pada tahap produksi, harus orang Kotabunan Bulawan yang dijadikan tenaga kerja, jangan ambil dari luar. "Kotabunan dan Bulawan banyak tenaga kerja, jadi perusahan tidak perlu ambil dari luar," kata Bupati.

Bupati juga menegaskan pihaknya tidak suka perusahan menggunakan tenaga kerja melalui Outsourching yakni tenaga kerja tanpa kontrak. "Saya minta perusahan jangan pakai tenaga kerja Outsourcing karena itu sangat merugikan pekerja. Selama saya Bupati saya tidak mau itu terjadi. Saya mau perusahan mematuhi aturan saya, karena rakyat adalah segala-segalanya bagi saya". (Admin PPID/Humas)